Analisis ini memang beken dikumandangkan oleh Michael Porter. Dia itu mengembangkan konsep
competitive strategy. Tujuannya buat menganalisi persaingan bisnis. Disini dia pake lima aspek. Terus karena dirasa kurang lengkap menurut R.E Freeman maka dia tambahin aspek keenam. Mau tau apa aja itu. Baca aja ya!
1. Ancaman pendatang baru
Dalam dunia bisnis selalu aja ada pendatang baru, mungkin contohnya kalo didunia maya dulu kan friendster lagi musim banget tuh di Indonesia tapi sekarang mungkin sebagian udah sering buka facebook dibanding friendster. Jadi aja FS(friendster) dirasa ga serame dulu lagi.
Ayo kiat klasifikasiin lagi dari hal-hal yang mesti dilihat dari datangnya para pesaing baru. Selanjutnya mungkin saya akan pake sedikit contoh analogi aja, biar gampang nulisnya nih.
gambar selalu gak nyambung
a. Skala ekonomi
Kita lihat disini gimana nih skala ekonomi si pesaing, kecil ato gede. Kalo buat pesaing skala ekonominya masih kecil. Pasti mereka akan biaya produksi yang gede karena biasanya mereka itu berproduksi per satuan. Kalo industry gede kan produknya udah masal. Sehingga pesaing skala ekonomi kecil biaya produksi per unitnya kurang efisien. Jadi perusahaan yang kecil itu pasti bakalan terus meningkatkan kapasitas produksinya biar lebih efisien. Jadi mungkin aja untuk para pendatang dalam skala ekonomi kecil bakal sulit untuk menembus industry besar dan bersaing
b. Diferensiasi
Dalam diferensiasi ini pendatang baru akan sulit datang ato ya seenggaknya jadi hambatan lah. Misalnya barang kita nih khas banget sampe-sampe pelanggan setianya banyak banget. Jadi kalopun ada pendatang baru, dai mesti melakukan iklan yang gencar ato ngasih servis yang bagus. Jadi dalam awal usaha si pendatang baru ini butuh biaya besar buat masuk ato bergabung. Terus waktu untuk bisa gabung menarik hati pelanggan,biasanya kan lama tuh. Jadi mudah-mudahan aja si pendatang baru itu jadi rugi.
c. Modal
Untuk industry skala besar biasanya para pendatang itu bakalan sedikit. Jenis industry kayak manufacturing ato pokoknya indsutri yang memerlukan biaya riset dan eksplorasi besar. Seperti sector pertambangan kayak pertamina, P.T Freeport dan P.T Lapindo Brantas yang lagi panas karena lumpur panas… hahaha!
d. Biaya peralihan (switching cost)
Maksudnya disini hambatan masuk buat para pendatang dengan adanya biaya peralihan. Contohnya biar produk lebih murah dan bisa bersaing maka si pesaing itu mengubah pemasoknya. Nah, mengubah pemasoknya ini pasti timbul biaya baru. Nah inilah yang disebut biaya peralihan. Ato misalnya perusahaan pake OS Windows lalu pengen ganti ke Linux pasti kan biar semuanya optimal harus ada pelatihan dulu. Tah disitulah biaya peralihannya.
e. Distribusi
Pendatang bakalan susah masuk kalo dia kesulitan mendapat para pemasok. Biasanya kalo perusahaan besar udah jelas jalur distirbusinya
f. Ketidakunggulan biaya independen
Maksudnya mereka punya suatu hal yang ga bisa ditiru atao didapatkan. Misalnya teknologi yang sudah dipatenkan. Konsesi bahan baku,ato subsidi pemerintah
g. Pemerintah
Pendatang baru bakalan sulit datang kalo disini pemerintah membatasi jumlah pemain dalam suatu industry. Misalnya, industry stasiun TV Swasta nasional
2. Pesaing sesama dalam industry
Disini kita mesti lihat berapa pesaing yang dimiliki ato kita masuk dalam pasar apa? Karena disitulah kebijakan perusahaan ditentukan. Pesaing sesame industry mesti dilihat dari segi jumlah, ukuran dan kekuatannya. Dan yang pasti jangan lupa soal tingkat pertumbuhan industri
3. Ancaman produk pengganti
Produk pengganti menjadi ancaman yang lumayan bahaya nih. Tapi sebelum mengganti biasanya sih mereka wajib mengeluarkan biaya peralihan (switching cost). Disini barang pengganti itu walopun beda tapi punya fungsi yang sama. Misalnya kita jualan Mie Baso nih, barang pengganti nya kayak Mie ayam, baso tahu dan batagor
4. Pembeli
Dalam hal ini pembeli punya kekuatan menawar. Atau misalnya pembeli tuh sekarang sudah bisa memproduksi barang konsumsinya sendiri. Dalam hal ini berarti biaya peralihannya kecil
5. Pemasok
Pemasok jadi punya peranan penting. Karena kalo harga dari pemasok naik maka biaya produksi kita pun otomatis naik. Ini bisa terjadi jika pemasok sedikit, tidak ada barang pengganti, produk dan servisnya unik jadi kalopun mau pindah perlu biaya peralihan
6. Stakeholder
Industri yang kita kelola pun harus melihat para stakeholder lain. Seperti pemerintah, kongsi dagang, serikat pekerja, lingkungan, masyarakat dan kreditur serta pihak-pihak yang punya kepentingan lainnya. Pengaruhnya pun bervariasi antara satu dengan yang lainnya.












memang yah.. Pak Porter ini mantap bangeeetzzz…
wah…
berguna bgt bwt tigas m.p.l ni….
ngopi ah….
hehehe…
nuhun…*_*….
saya mengalami kesulitan dengan diskripsi saya, saya minta tolong buat temen2 yang bisa membantu saya. Saya minta penjelasan mengenai indikator2 dari kebijakan operasi bidang Air minum Dalam Kemasan.thx vm.GBU
mantab
wiii, terusin nulis gini2 mass…berguna bwt kelangsungan hidup tugasku iniii
Pesaing sesama dalam industry
Ancaman produk pengganti
Pembeli
Pemasok
minta indikatornya juga donk mas,.. beri saya pencerahan hehehe
ewe
lo ngerasa ganteng dengan muka lo itu?